Kamis, 25 November 2010

HIKMAH ILMU
DI MUDAHKAN JALAN KESURGA
“Barang siapa melalui suatu jalan untuk mencari suatupengetahuan (agama). Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surge.”(Muslim).
MEMPEROLEH ILMU DENGAN BELAJAR
“Sesungguhnya ilmu itu hanya bisa diperoleh dengan belajar.”(Abu Kaitsamah).
TENANG DAN SABARDALAM MERAIH ILMU
“Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.”(Umar Bin Khatab).
MENGAMBIL ILMU DARI SIAPA SAJA
“Lihatlah apa yang dikatakan dan jangan lihat siapa yangberkata.”(Ali BiN Abi Thalib).
IBADAH DAN ILMU
“Tidak ada kebaikan ibadah yang idak ada ilmunya, tidak ada kebaikan ilmu yang tidak dipahami, dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian padanya.”( Ali BiN Abi Thalib).
HIKMAH ILMU
DI MUDAHKAN JALAN KESURGA
“Barang siapa melalui suatu jalan untuk mencari suatupengetahuan (agama). Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surge.”(Muslim).
MEMPEROLEH ILMU DENGAN BELAJAR
“Sesungguhnya ilmu itu hanya bisa diperoleh dengan belajar.”(Abu Kaitsamah).
TENANG DAN SABARDALAM MERAIH ILMU
“Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.”(Umar Bin Khatab).
MENGAMBIL ILMU DARI SIAPA SAJA
“Lihatlah apa yang dikatakan dan jangan lihat siapa yangberkata.”(Ali BiN Abi Thalib).
IBADAH DAN ILMU
“Tidak ada kebaikan ibadah yang idak ada ilmunya, tidak ada kebaikan ilmu yang tidak dipahami, dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian padanya.”( Ali BiN Abi Thalib).
MENCARI ILMU HANYA KARENA ALLAH
“Aku akan mencari ilmu Hanya karena Allah dan aku tidak akan mencari jika untuk selainALlah.”(Imam Al-Ghazali).
IKHLAS PADA ILMU
“Barang siapa menhendaki akhirat, wajib baginya ikhlas pada ilmu.”(Imam Syafi’i).
MENDOAKAN GURU
“Dalam shalatku slama 40 hari tahun, aku tak pernh lupa mendoakan guruku yang bernama Imam Syafi’I, karena aku memperoleh ilmu dari Allah lewat beliau.”(Yahya Bin Said Al-qathan).
SESUAI DENGAN KEMAMPUAN
“Hendaklah kamu menasihati orang lain sesuai dengan tingkat kemampuan mereka .Apakah kamu senang sekiranya Allah dan Rasul-Nya didustakan sebab kurangnya pengertian pada mereka.”(Ali Bin Abi Thalib).
MAJELIS ILMU MENGHAPUS DOSA
“Ketahuilah bahwa satu majelis bisa menghapus 70 dosa majelis yang tidak ada gunanya.”(Attha’ Bin Yasar).
ILMU ADALAH CAHAYA
“Ilmu itu bukanlah dengan membanyakkan riwayat, tetapi ilmu itu adalah cahaya yangAllah letakkan didalam hati.”(Imam Malik).
MENAATI ORANG YANG BERAKAL
“Taatilah orang-orangyang berakal, niscaya kamu beruntung, dan jauhilah pendapat orang yang bodoh, niscaya kamu akan selamat.”( Ali Bin Abi Thalib).
KEMARAHAN ORANG YANG BERAKAL DAN BODOH
Kemarahan orang yang berakal dapat dilihat pada tindak tanduknya dan dan kemarahan orang yang bodoh dapat dilihat melalui perkataannya (ali bin abi thalib karramallahu wajhah)
BERTEMAN BUKU
“Buku adalah teman bicara yang tidak mendahuluimu: teman bicara yang tidak memanggilmu ketika kamu bekerja ;teman bicara yang tidak memaksamu berdandan ketika menghadapinya ;teman hidup yang tidak menyanjungmu ;kawan yang tidak membosankan ;dan penasehat yang tidak mencari-cari kesalahan”(ahmad bin ismail).
ILMU YANG PALING BAIK
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya ilmu yang bisa melahirkan rasa takut kepada allah adalah ilmu yang paling baik”(ibnu atha’illah al-sakandari).
HIKMAH AKHLAK
MENYEMPURNAKAN AKHLAK
“Sesumgguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”(Bazzar).
SUMBER SEGALA DOSA
“Jahuilah kesombongan sebab iblis dikutuk allah akibat kesobongannya tidak sujud kepada adam .Jauhilah sifat rakus/serakah sebab adam dan hawa diusir dari surge akibat kerakusan mereka memakan buah terlarang .jahuilah rasa dengki sebab qabil membunuh habil akibat rasa dengki .Maka,kesombongan ,kerakusan dan dengki menjadi sumber dari segala dosa.”(diriwayatkan oleh ibnu asakir).
PENYEBAB CELAKA
“Sesungguhnya,yang banyak mencelakakan orang-orang sebelum kamu( umat terdahulu ) ada tiga faktor yaitu banyak berbicara (yang tidak bermanfaat) terlalu rakus makan dan terlena dalam tidur.”(Ibrahim Al-Nakha’i)
TIGA PERKARA YANG YANG DISENANGI RASULLAH SAW ,ABUBAKAR AL-SHIDDIQ,UMAR BIN KHATTAB ,UTSMAN BIN AFFAN DAN ALI BIN ABITHALIB
“Ada tiga perkara yang sangat aku senangi didunia,yaitu nama yang baik atau indah ,wanita(yang sholeh)dan ketenangan (khusuk) ketika sholat.(nabi muhammmad Saw.).
“Ada tiga perkara yang menjadi kesenanganku didunia ini yaitu memandang wajah rasulullah ,membelanjakan harta karena cinta kepada rasulullah Saw.dan putriku di pangkuan rasulullah Saw.”(abu bakar alshiddiq r.a.)
TIDUR DENGAN KENYANG
“Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar,padahal dia mengetahui hal itu.”(Bazzar).
MERAIH SIMPATI ORANG LAIN
“Kamu tidak bisa memperoleh simpati semua orang dengan hartamu, tetapi dengan wajah yang menarik (ramah) dan dengan akhlak yang baik.”(Abu A'la dan Baihaqi).
BANYAK DIAM
“Barang siapa banyak diam dia akan selamat.”(Ahmadi).
MALU AKAN MEMBAWAKAN KEBAIKAN
“Malu tidak datang kecuali dengan membawa kebaikan.”(Muslim).
MEMPERLUAS PERGAULAN
“Seoramg mukmin yang bergaul dengan banyak orang, lalu mereka sadar dengan tindakan mereka yang menyakitkan.Itu lebih baik dari pada orang yang tidak pernah bergaul dengan banyak orang dan ia tidak bias sadar dengan tindakan mereka yang menyakitkan.”(Ahmad).
MEMUTUSKAN HUBUNGAN
“Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan kekeluargaan.”(Muslim).
MENGANGKAT DERAJAT
“Barang siapa rendah hati kepada saudara sesame muslim.Allah akan mengangkat derajadnya, dan barang siapa mengangkat diri terhadapnya, Allah akan merendahkanya.”(Thabrani).
MEMBERIKAN SENYUM
“Senyummu untuk saudaramu adalah sedekah.”(Bukhari).
MENEBARKAN SALAM
“Salam adalah salah satu asma Allah Swt, yang telah Allah turunkan kebumi. Maka, tebarkanlah salam, ketika seseorang member salam kepada orang lain, derajadnya ditinggikan di hadapan Allah. Jika jama’ah suatu majelis tidak menjawabnya, makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam,”(Thabrani).
JADILAH BERSAUDARA
“Janganlah kamu saling membenci, saling mendeki, dan saling bermusuhan, tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal seorang muslim mendiamkan (tidak menyapa) saudaranya lebih dari tiga hari.”(Muslim).
MENJALIN SILATURAHMI
“Barang sipa beriman kepada Allah dan hari Akhir, jalinlah silaturahmi.”(Muslim).
BERBUAT BAIK KEPADA ORANG YANG BERBUAT JELEK
“Hendaklah kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat jelek kepadamu.”(Luqman Hakim).
MENUNJUKKAN KESALAHAN
“Orang yang paling aku sukai adalah orang yang menunjukkan kesalahanku.”(Umar bin Khatab r.a.).
BETAPA PENTING KESOPANAN
“Barang siapa tidak mempunyai kesopanan, dia tidak mempunyai agama, tidak mempunyai iman, dan tidak mempunyai tauhid.”(Abu Ishak Ibrahim Al-mabtuly).
HUBUNGAN PERILAKU
“Cinta kepada seseorang adalah tanda berakal, berkasih sayang kepada sesame manusia adalah satu sedekah, pertanyaan yang baik adalah sebagian dari ilmu, pandai berencana adalah sebagaian dari penghidupan.”(Umar bin Khatab).
BERPERASANGKA BAIK
“Barang siapa yang menyukai Allah menutupinya dengan kebaikan, hendaklah ia bersangka baik kepada manusia.”(Imam Syafi’i).










Sabtu, 20 November 2010

Keunikan Al-Qur'an

[AL-QUR'AN] Kitab Suci Al-Qur’an tidak saja tanpa banding dalam keindahan komposisinya tetapi juga tanpa banding dalam segala keluhuran isinya. Hal ini merupakan suatu kenyataan karena apa pun yang datang dari Allah yang Maha Kuasa tidak hanya bersifat unik dalam satu bidang saja, melainkan dalam keseluruhannya.
Mereka yang menyangkal Al-Qur’an sebagai kebenaran dan wawasan yang bersifat komprehensif, sebenarnya tidak menghargai Kitab itu sebagaimana mestinya. Salah satu tanda guna mengenali Firman Tuhan yang benar dan suci adalah keunikan dalam sifatnya karena kami mengamati bahwa apa pun yang berasal dari Allah yang Maha Agung selalu bersifat unik dan tanpa banding serta tidak bisa dipadani oleh manusia, meski pun hanya tentang sebutir biji gandum sekali pun.

Keadaan tanpa banding juga mengandung arti tanpa batas. Dengan kata lain, sesuatu dikatakan tanpa banding hanya jika keajaiban dan sifat-sifatnya itu bersifat tanpa batas. Sebagaimana dikemukakan di atas, karakteristik seperti itu akan ditemui dalam segala hal yang diciptakan Allah s.w.t. Sebagai contoh, misalnya pun manusia meneliti keajaiban selembar daun dari sebuah pohon selama seribu tahun, namun waktu itu akan berlalu sedangkan keajaiban dari daun tersebut akan selalu ada yang baru. Sesuatu yang mewujud melalui kekuasaan tak terbatas, dengan sendirinya akan berisi keajaiban dan sifat-sifat yang juga tidak ada batasnya. Ayat yang menyatakan:

[AL-QUR'AN] Kitab Suci Al-Qur’an tidak saja tanpa banding dalam keindahan komposisinya tetapi juga tanpa banding dalam segala keluhuran isinya. Hal ini merupakan suatu kenyataan karena apa pun yang datang dari Allah yang Maha Kuasa tidak hanya bersifat unik dalam satu bidang saja, melainkan dalam keseluruhannya.
Mereka yang menyangkal Al-Qur’an sebagai kebenaran dan wawasan yang bersifat komprehensif, sebenarnya tidak menghargai Kitab itu sebagaimana mestinya. Salah satu tanda guna mengenali Firman Tuhan yang benar dan suci adalah keunikan dalam sifatnya karena kami mengamati bahwa apa pun yang berasal dari Allah yang Maha Agung selalu bersifat unik dan tanpa banding serta tidak bisa dipadani oleh manusia, meski pun hanya tentang sebutir biji gandum sekali pun.

Keadaan tanpa banding juga mengandung arti tanpa batas. Dengan kata lain, sesuatu dikatakan tanpa banding hanya jika keajaiban dan sifat-sifatnya itu bersifat tanpa batas. Sebagaimana dikemukakan di atas, karakteristik seperti itu akan ditemui dalam segala hal yang diciptakan Allah s.w.t. Sebagai contoh, misalnya pun manusia meneliti keajaiban selembar daun dari sebuah pohon selama seribu tahun, namun waktu itu akan berlalu sedangkan keajaiban dari daun tersebut akan selalu ada yang baru. Sesuatu yang mewujud melalui kekuasaan tak terbatas, dengan sendirinya akan berisi keajaiban dan sifat-sifat yang juga tidak ada batasnya. Ayat yang menyatakan:

“Katakanlah: “Sekiranya setiap lautan menjadi tinta untuk menuliskan kalimat-kalimat Tuhan-ku, niscayalah lautan itu akan habis sebelum kalimat-kalimat Tuhan-ku habis, sekalipun Kami datangkan sebanyak itu lagi sebagai bantuan tambahan”“. (QS.Al-Kahf:110)



mendukung pendapat tersebut karena sesungguhnya seluruh ciptaan ini adalah Firman-firman Tuhan.
Ayat itu mengandung arti bahwa sifat-sifat dari semua ciptaan tersebut adalah tanpa batas dan tanpa akhir. Kalau semua benda ciptaan Tuhan tersebut memiliki sifat-sifat yang tidak terbatas dan tanpa akhir serta mengandung keajaiban dan mukjizat yang tidak terhitung, lalu bagaimana mungkin Kitab Suci Al-Qur’an yang merupakan Firman Suci dari Allah yang Maha Kuasa dibatasi hanya dalam beberapa pengertian sebagaimana diuraikan dalam empatpuluh, limapuluh atau seribu kitab tafsir, atau juga bisa selesai disampaikan oleh Junjungan dan Penghulu kita Hadhrat Rasulullah s.a.w. dalam kurun waktu yang demikian terbatas? Jika ada yang menganggapnya demikian, sama saja sepertinya sudah mendekati kekafiran.

Memang benar bahwa apa yang telah dikemukakan oleh Hadhrat Rasulullah s.a.w. sebagai penafsiran dari Al-Qur’an adalah betul adanya, namun tidak berarti bahwa Al-Qur’an tidak lagi memiliki wawasan di luar dari yang telah disampaikan beliau. Ungkapan para lawan kita mengenai hal ini mengindikasi¬kan bahwa mereka tidak mengimani ketidak-terbatasan keagungan dan sifat-sifat dari Al-Qur’an. Ucapan mereka yang menyatakan bahwa Al-Qur’an diwahyukan bagi mereka yang tidak terpelajar atau buta huruf, lebih menegaskan lagi bahwa mereka itu sesungguhnya kalis dari pengenalan Nur Al-Qur’an karena mereka melupakan bahwa Hadhrat Rasulullah s.a.w. tidak saja diutus bagi mereka yang bodoh, tetapi juga bagi segenap manusia dari segala tingkatan. Allah s.w.t. telah berfirman:

“Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya aku Rasul kepada kamu sekalian”“. (QS.Al-Araf:159).

Ayat ini menunjukkan bahwa Kitab Suci Al-Qur’an diwahyukan bagi semua tingkatan. Ayat yang menyatakan:

“Tetapi ia adalah Rasul Allah dan Meterai sekalian nabi”. (QS.Al-Ahzab:41)
juga menyiratkan hal tersebut.

Anggapan yang menyatakan bahwa tafsir Al-Qur’an tidak bisa melampaui sebatas apa yang telah disampaikan oleh Hadhrat Rasulullah s.a.w. jelas adalah suatu pandangan yang salah. Kami telah menegaskan argumentasi mengenai hal ini secara konklusif dan pasti bahwa sepatutnyalah yang namanya Firman dari Allah yang Maha Kuasa mempunyai sifat yang tidak terbatas dan tanpa tandingan dalam keajaiban dan mukjizat yang dikandungnya.
Jika ada dari antara mereka yang merasa berkeberatan dan mengatakan bahwa jika Kitab Suci Al-Qur’an memang demikian banyak mukjizat dan sifatnya, lalu mengapa umat terdahulu oleh Allah s.w.t. tidak diberikan kemaslahatan pengetahuan mengenai hal itu, maka jawabannya adalah bahwa mereka itu bukannya tidak memperoleh manfaat dari mukjizat-mukjizat Al-Qur’an, tetapi sesungguhnya mereka itu memperoleh pengetahuan sampai dengan apa yang menurut Tuhan cukup bagi mereka, sedangkan apa yang dibukakan pada masa kini adalah untuk kemaslahatan manusia sekarang ini.

Segala hal yang menjadi dasar keimanan, yang melalui penghayatan dan pengamalannya seseorang disebut Muslim, telah dinyatakan secara tegas di setiap zaman. Aku sendiri tidak habis pikir, dari manakah para ulama atau maulvi yang bodoh itu mendapat kesimpulan kalau Allah s.w.t. terikat oleh ketentuan bahwa segala rahmat dan berkat-Nya yang akan diwujudkan di masa depan harus dibuktikan bahwa hal itu telah pernah ada di masa lalu. (Karamatus Sadiqin, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 7, hal. 60-62, London, 1984)

Indahnya Menghafal Al Quran di Masjid Raya Habiburrahman Bandung

Masjid Raya HabiburrahmanMenghafal Quran merupakan kegiatan yang sangat mulia, ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh sahabat Al Quran dari zaman Rasulullah sampai sekarang. Dalam memberikan motivasi dalam menghafal Quran, Rasulullah memberikan penghargaan tertinggi beliau melalui hadits ‘sebaik baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al Quran’.

Rasa cinta pada Al quran ini tidak bisa muncul begitu saja, namun perlu pembinaan dari usia dini sampai tumbuh keinginan untuk selalu selalu bersama dengan Al Quran, dalam bentuk implemetasi, tadarus, tilawah, tadabur, mengamalakan bahkan sampai tingkat menghafal Quran.

Tempat menghafal Quran.
Menghafal bisa dilakukan di mana saja, namun alangkah baik bergabung dalam satu Halaqah Quran, sehingga akan terbentuk suatu komunitas pencinta Quran dan bekal dakwah Quran. Masjid Raya Habiburrahaman merupakan salah satu tempat proses belajar dan mengajar Al Quran dan program utama adalah melahirkan hafizh Quran yang siap berdakwah untuk umat. Inilah bentuk realisasi dari hadits diatas. Masjid Raya Habiburrahman berusaha mengamalkan hadits tersebut dengan memberikan pelajaran pelajaran Al Quran untuk para santri tahfizh Quran.

Keutamaan menghafal Quran

1.Bernilai ibadah dimana pahalanya dihitung dari tiap huruf yang dibaca

Dari Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah bersabda, ” Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka akan mendapat hasanat dan tiap hasanat mempunyai pahala berlipat 10 kali. Saya tidak berkata Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dn Mim satu huruf.” (HR Tirmidzi)

2.Sebaik-baik amal

Rasulullah saw. bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al Qur’an” (HR. Bukhari dari Utsman bin Affan).

3.Akan mendapat rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai 2 ahli diantara manusia”. Sahabat bertanya, ”Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Ahli Al-Qur’an adalah ahli Allah, dan orang-Nya khusus.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah, Hadits Hasan)

4.Al-Qur’an akan menjadi penolong dan memberi syafaat di hari kiamat
Dari Abu Umamah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat, sebagai pembela pada orang yang mempelajari dan mentaatinya.” (HR Muslim).

5.Ditempatkan bersama para malaikat

Dari Aisyah ra, Raslullah SAW bersabda, ”Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur’an akan berkumpul para malaikat yang mulia-mulia lagi taat. Sedang siapa orang yang megap-megap dan berat jika membaca Al-Qur’an, mendapat pahala 2 kali lipat.” (HR Bukhari, Muslim)

6.Mendapat rahmat dan sakinah dari Allah swt

Dari Al Barra bin Azib RA, “ Ada seorang membaca surat Al Kahfi sedang tidak jauh dari tempatnya, ada kuda yang terikat dengan tali kanan kiri, tiba-tiba orang itu diliputi oleh cahaya yang selalu mendekat kepadanya, sedang kuda itu lari ketakutan. Dan pada pagi hari ia datang memberi tahu kejadian itu kepada nabi SAW, maka bersabda nabi SAW, ”Itulah ketenangan (rahmat) yang telah turun untuk bacaan Al-Qur’an itu.” (HR Bukhari dan Muslim).

“Tidak ada satu kaum yang mereka sedang berdzikir kepada Allah, kecuali para malaikat akan mengitarinya, dan rahmat Allah akan tercurah kepadanya, dan sakinah (kedamaian) akan turun di atasnya, dan Allah akan sebutkan mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya. (HR. At Tirmidzi dan Ibn Majah dari Abu Hurairah dan Abu Said).

7.Diangkat derajatnya oleh Allah swt di dunia

“Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan kitab ini dan akan menjatuhkannya dengan kitab ini pula” (HR Muslim dari Umar bin Khatthab).

8.Menghidupkan hati

Dari Ibn Abbas ra berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya orang yang di hatinya tidak ada sesuatupun dari Al Qur’an, maka ia bagaikan rumah kosong. (HR At Tirmidzi).

9.Penghafal Qur’an mendapatkan tasyrif nabawi/penghargaan khusus dari Nabi saw.

Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur’an adalah perhatian kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur’an. Rasul saw mendahulukan pemakamannya.

“Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur’an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari).

Pada kesempatan lain, Nabi saw. memberikan amanat kepada para Huffazhul Qur’an dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi. Dari Abu Hurairah ra. ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah saw. sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini..surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.”. Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At Tirmidzi dan An Nasaa’i).

Kepada orang yang hafal Al Qur’an, Rasul saw menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama’ah. Rasulullah saw. bersabda, “Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim).

10.Menghormati seorang hafizh Al Qur’an berarti mengagungkan Allah

“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca danmengamalkannya) dan Penguasa yang adil.” (HR. Abu Dawud).

11.Ditinggikan derajatnya oleh Allah swt di surga

Rasulullah SAW bersabda: Dikatakan kepada orang yang berteman dengan Al-Qur’an, “Bacalah dan bacalah sekali lagi serta bacalah dengan tartil, seperti yang dilakukan di dunia, karena manzilah-mu terletak di akhir ayat yang engkau baca. “ (HR Tirmidzi)

12.Kedua orang tuanya akan mendapat kemuliaan di akhirat

“…maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an…” (HR. Al Hakim).

Inilah sebagian materi-materi tentang memotivasi para penghafal Quran agar tetap berpegang teguh pada keinginan untuk selalu mencintai Al Quran, Masjid Raya Habiburrahman memfasilitasi proses belajar Al Quran juga mengadakan kegiatan untuk memperkokoh iman dan ketakwaan santri tahfizh Quran seperti mabit yang diadakan setiap bulan pada pekan terakhir yang diasuh oleh Ust. Abdul Aziz Abdul Rauf dan Ustadz lain yang terkenal di kota Bandung.

Demikian tulisan dari kami semoga ada manfaatnya

Disusun bersama : Apri Junaidi, Faisal Barus, Untung Sulistyono

Indahnya Hidup di Bawah Naungan Al-Qur’an

AL-IKHWAN.NET – Sehingga sikap generasi sahabat Rasulullah SAW terhadap al-Qur’an adalah :

1. Membaca dengan benar, mengimani ayat-ayatnya dan mentadabburkannya. Firman Allah SWT : “Apakah mereka tidak mentadabburkan al-Qur’an? Ataukah dalam hati mereka ada kunci?” (QS Muhammad : 24).

2. Mencurahkan perhatian yang besar untuk membaca dan mempelajari kandungan al-Qur’an, yang sangat jauh berbeda dengan generasi kaum muslimin saat ini yang demikian jauh dari petunjuk PEMILIK dan PENCIPTA-nya, yang jangankan memahaminya, membacanyapun seolah tak ada waktu… Maha Benar ALLAH dg firman-Nya : “Pada hari dimana berkatalah Rasul : Wahai RABB-ku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur’an ini sebagai sesuatu yang ditinggalkan. Dan demikianlah KAMI jadikan bagi setiap nabi, musuh-musuh dari orang-orang yang berdosa, dan cukuplah RABB-mu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.” (QS al-Furqan : 30-31).

Berkata al-hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya : Yang dimaksud meninggalkan Al-Qur’an dalam ayat ini yaitu mencakup : Mengutamakan hal-hal lain daripada al-Qur’an, tidak beriman pada ayat-ayatnya, tidak mentadabburkannya, tidak memahami apa yg ia baca, tidak mengamalkan ayat-ayat yang dibaca, disibukkan oleh syair-syair, pendapat-pendapat dan lagu-lagu.. (Tafsir Ibnu Katsir, juz III hal 317)

3. Menjadikan Al-Qur’an sebagai standar kehidupan dan sumber pengambilan hukum dalam tiap aspek kehidupan mereka. Dalam salah satu hadits disebutkan:

Dari Harts al-A’war ia berkata : Aku lewat di mesjid dan melihat orang-orang sedang asyik bercerita-cerita, maka aku kabarkan pada Ali ra : Wahai Amirul Mu’minin, tidakkah Anda mengetahui orang sedang asyik bercerita? Maka beliau menjawab : Apakah mereka melakukannya? Maka jawabku : Benar! Maka kata beliau : Adapun aku pernah dinasihati oleh kekasihku SAW : Sesungguhnya kelak akan datang bencana. Maka kataku : Bagaimana jalan keluarnya wahai Rasul Allah? Maka jawab beliau SAW : Kitabullah! Karena di dalamnya terdapat kabar tentang ummat-ummat sebelum kalian, dan berita-berita tentang apa yang akan terjadi setelah kalian, dan hukum-hukum bagi apa yang terjadi di masa kalian, ia adalah jalan yg lurus dan tidak ada kebengkokan, tidaklah para penguasa yang meninggalkannya akan dihinakan ALLAH, dan tidaklah orang yang mencari petunjuk selainnya akan disesatkan ALLAH, dia adalah tali ALLAH yang sangat kokoh, cahaya-NYA yang terang benderang, peringatan-NYA yang paling bijaksana, jalan-NYA yg paling lurus. Dengannya tidak akan pernah puas hati orang yang merenungkannya, dan tidak akan bosan lidah yang membacanya, dan tidak akan lelah orang yang membahasnya. Tidak akan kenyang ulama mempelajarinya, tak akan puas muttaqin menikmatinya. Ia tak akan bisa dipatahkan oleh banyaknya penentangnya, tak akan putus keajaibannya, tak akan henti-henti jin yg mendengarkannya berkata : Sungguh kami telah mendengar Al-Qur’an yg menakjubkan… Barangsiapa yang mempelajari ilmunya akan terdahulu,
barangsiapa yang berbicara dengannya akan benar, barangsiapa berhukum dengannya akan adil, barangsiapa yang beramal dengan membacanya akan dicukupkan pahalanya, dan barangsiapa yang berdakwah kejalannya akan diberi hidayah ke jalan yg lurus. Amalkan ini wahai A’war.. (HR ad-Darami dan teks ini darinya, juga diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan ia berkata hadits gharib)

(Bersambung)

Senin, 08 November 2010

INDAHNYA AL QURAN

ndahnya Al-Qur'an

Penulis : Supriyono

Malam ini kubaca dan kutadabbur kalamMu
Sungguh, jiwaku tak sanggup menampung semua kerinduan ini
Telinga ini seakan ingin selalu mendengar lantunan ayat-ayatMu
Air mata ini mengalir tanpa kusadari
Seakan mata ini tak sanggup menjabarkan semua keAgunganMu

Kuteringat akan semua khilaf dan dosa-dosaku selama ini
Kuteringat semua nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku
Namun diri ini dengan sombong telah mengingkari semua nikmat yang Kau beri

Sungguh indah lantunan Al-Qur'an yang kudengar ini

Seakan keindahan dunia tergambar jelas dalam alam bawah sadarku
Sungguh tak ada satu pun syair sang pujangga yang dapat menyaingi maupun menyamainya
Sungguh ku terpukau akan indahnya ayat-ayatMu

Ampuni hamba jika selama ini telah meninggalkan surat dan kalamMu
Ampuni hamba jika selama ini telah melalaikannya
Dulu di waktu ku masih kecil, ku selalu membaca dan melantunkannya dengan indah
Walaupun hanya diterangi lilin dan teplok
Kini, semakin hamba beranjak dewasa mulai menjauh dari ayat-ayatMu

Ya Allah...
Berilah hamba kekuatan dan pemahaman untuk dapat kembali melantunkan kalamMu
Jauhkanlah hamba dari segala rasa malas untuk membacanya
Karuniakanlah CahayaMu untuk menerangi hati dan jiwaku yang telah rapuh
Jadikanlah Al-Qur'an sebagai penerang jalan hidupku yang kelam
Leburkanlah semua kekhawatiran hidup ini dengan lantunan firman-firmanMu
Terangilah hati ini dengan cahaya Al-Qur'an

Keutamaan Membaca Al-Quran

Keutamaan Membaca Al-Quran
Berikut dikutip dari Kitab Riyadhus-Shalihin buku II
Afwan..
File-nya didapat dari internet, jadi masih terjemahan bahasa Melayu
Agak beda dikit bahasanya dengan yang terbitan Pustaka – Amani Jakarta
But, it’s much better then write it down my-self..

^_^

**

Keutamaan Membaca Al-Quran

988. Dari Abu Umamah r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Bacalah olehmu semua akan al-Quran itu, sebab al-Quran itu akan datang pada hari kiamat sebagai sesuatu yang dapat memberikan syafaat - yakni pertolongan - kepada orang-orang yang mempunyainya."
(Riwayat Muslim)

Maksudnya mempunyainya ialah membaca al-Quran yang di-lakukan dengan mengingat-ingat makna dan kandungannya lalu mengamalkan isinya, mana-mana yang merupakan perintah dilaku-kan dan yang merupakan larangan dijauhi.

989. Dari an-Nawwas bin Sam'an r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Al-Quran itu akan didatangkan pada hari kiamat nanti, demi-kian pula ahli-ahli al-Quran yaitu orang-orang yang mengamalkan al-Quran itu di dunia, didahului oleh surat al-Baqarah dan surat ali-lmran. Kedua surat ini menjadi hujah untuk keselamatan orang yang mempunyainya-yakni membaca, memikirkan dan mengamalkan.
(Riwayat Muslim)

990. Dari Usman bin Affan r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sebaik-baik engkau semua ialah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya pula."
(Riwayat Bukhari)

991. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Orang yang membaca al-Quran dan ia sudah mahir dengan bacaannya itu, maka ia adalah beserta para malaikat utusan Allah yang mulia lagi sangat berbakti, sedang orang yang membacanya al-Quran dan ia berbolak-balik dalam bacaannya-yakni tidak lancar - juga merasa kesukaran di waktu membacanya itu, maka ia dapat memperoleh dua pahala."
(Muttafaq 'alaih)

992. Dari Abu Musa al-Asy'ari r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Perumpamaan orang mu'min yang suka membaca al-Quran ialah seperti buah jeruk utrujah, baunya enak dan rasanyapun enak dan perumpamaan orang mu'min yang tidak suka membaca al-Quran ialah seperti buah kurma, tidak ada baunya, tetapi rasanya manis. Adapun perumpamaan orang munafik yang suka membaca al-Quran ialah seperti minyak harum, baunya enak sedang rasanya pahit dan perumpamaan orang munafik yang tidak suka membaca al-Quran ialah seperti rumput hanzhalah, tidak ada baunya dan rasanyapun pahit."
(Muttafaq 'alaih)

993. Dari Umar bin al-Khaththab r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya Allah mengangkat derajat beberapa kaum dengan adanya kitab al-Quran ini - yakni orang-orang yang beriman - serta menurunkan derajatnya kaum yang Iain-Iain dengan sebab al-Quran itu pula - yakni yang menghalang-halangi pesatnya Islam dan tersebarnya ajaran-ajaran al-Quran itu."
(Riwayat Muslim)

994. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya:
"Tidak dihalalkanlah dengki itu, melainkan terhadap dua macam orang, yaitu: Orang yang diberi kepandaian oleh Allah dalam hal al-Quran, lalu ia berdiri dengan al-Quran itu - yakni membaca sambil memikirkan dan juga mengamalkannya - di waktu malam dan waktu siang, juga seorang yang dikaruniai oleh Allah akan harta lalu ia menafkahkannya di waktu malam dan siang - untuk kebaikan."
(Muttafaq 'alaih)

995. Dari al-Bara' bin 'Azib r.a., katanya: "Ada seorang lelaki membaca surat al-Kahfi dan ia mempunyai seekor kuda yang diikat dengan dua utas tali, kemudian tampaklah awan menutupinya. Awan tadi mendekat dan kuda itu lari dari awan tersebut. Setelah pagi menjelma, orang itu mendatangi Nabi s.a.w. menyebutkan apa yang terjadi atas dirinya itu. Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Itu adalah sakinah* - ketenangan yang disertai oleh malaikat - yang turun untuk mendengarkan bacaan al-Quran itu."
(Muttafaq 'alaih)

Dalam Hadisnya Zaid bin Tsabit r.a., katanya: "Saya berada di samping Rasulullah s.a.w., lalu beliau dilutupi oleh sakinah." Yang dimaksudkan ialah ketenangan ketika ada wahyu turun pada beliau. Di antaranya lagi ialah Hadisnya Ibnu Mas'ud r.a.: "Tidak jauh bahwa sakinah itu terucapkan pada lisannya Umar r.a." Ada yang mengatakan bahwa sakinah ialah kedamaian dan ada yang mengatakan kerahmatan.

996. Dari Ibnu Mas'ud r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa yang membaca sebuah huruf dari kitabullah -yakni al-Quran, maka ia memperoleh suatu kebaikan, sedang satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang seperti itu. Saya tidak mengatakan bahwa alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

997. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya orang yang dalam hatinya tidak ada sesuatu apapun dari al-Quran - yakni tidak ada sedikitpun dari ayat-ayat al-Quran yang dihafalnya, maka ia adalah sebagai rumah yang musnah - sunyi dari perkakas."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

998. Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Dikatakanlah - nanti ketika akan masuk syurga - kepada orang yang mempunyai al-Quran - yakni gemar membaca, mengingat-ingat kandungannya serta mengamalkan isinya: "Bacalah dan naiklah derajatmu - dalam syurga - serta tartilkanlah - yakni membaca perlahan-lahan - sebagaimana engkau mentartilkannya dulu ketika di dunia, sebab sesungguhnya tempat kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca," maksudnya kalau membaca seluruhnya adalah tertinggi kedudukannya dan kalau tidak, tentulah di bawahnya itu menurut kadar banyak sedikitnya bacaan.
Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

 

About


ShoutMix chat widget

Site Info

INDAHNYA AL-QUR'AN Copyright © 2009 Template is Designed by Islamic Wallpers